Menggapai Ciremai dari Apuy

Faktanya, saya sudah pernah ke Ciremai dan tujuan sana mengulang mendaki gunung ini cuma agar punya foto di Puncak 3,076 mdpl, hehe.. Sebab lain, sebagai pengganti kekecewaan karena pendakian ke Gunung Tanggamus, Lampung, yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, batal pada detik-detik terakhir. Ciremai menjadi pelampiasan semata, pelampiasan yang indah. :D

Puncak Ciremai yang Ramai.
Saya beruntung mempunyai teman mendaki yang sejenis dan bisa diandalkan, Lei namanya. Ketika rencana yang sudah jauh hari disepakati tidak terlaksana, kami berdua langsung oke ketika ide mendaki Ciremai terlintas. Karena itu pula, kami masih bingung hendak mendaki dari jalur mana. Agak geli juga ketika ada pendaki lain yang bertanya kami hendak mendaki via mana, mereka terheran karena kami belum tahu hendak menggunakan jalur mana, notabene kami sudah di dalam bus yang menuju Cirebon.

Ngetrip Akhir Pekan ke Pulau Pramuka

Sudah sejak lama ingin menjajal main ke Taman Nasional Kepulauan Seribu yang masih masuk Provinsi DKI Jakarta. Mungkin agak aneh didengar bahwa di dalam wilayah ibukota negara terdapat taman nasional, di dunia mungkin hanya Jakartalah satu-satunya. Menuruti rasa penasaran ke Kepulauan Seribu, saya memutuskan untuk ikut Open Trip yang banyak diadakan oleh agen-agen tur karena pertimbangan dari segi biaya dan susahnya moda transportasi laut.

Yuk Snorkeling!
Kebetulan, iklan yang terpampang di Instagram mengajak untuk ‘ngetrip bareng’ ke Pulau Pramuka sebagai destinasi utama yang merupakan salah satu pulau yang padat penghuninya. Sebenarnya di pulau satu ini kita cuma numpang bermalam saja karena adanya akomodasi yang sudah layak, destinasi sebenarnya ada di sekitaran Pulau Pramuka. Mungkin hal yang sama juga berlaku untuk trip ke Pulau Harapan, Tidung, atau lainnya.

Tips Ikut Open Trip di Laut, Darat, dan Gunung

Berpergian ikut dengan agen tur? Kenapa tidak. Sah-sah saja jalan-jalan dengan agen tur, tidak perlu malu dikatakan sebagai bukan traveler sejati, bla.. bla.. bla.. Saya sendiri beberapa kali menggunakan jasa agen untuk berpergian ke suatu tempat, karena terkadang lebih murah dan dapat menikmati perjalanan. Tentu segala sesuatunya sudah diatur dan kita diharuskan untuk mengikutinya.
  
Rental Sepeda Motor di Krabi.
Bagi saya pribadi, pertimbangan untuk menentukan akan menggunakan jasa agen tur atau yang lebih beken dikenal dengan istilah open trip lebih terutama dari faktor medan yang akan didatangi, namun tentu saja budget sangat berpengaruh di sini, maklum, pejalan kere, hehe.. Nah, mari kita bahas satu-satu dari medan yang akan dijelajahi.

Gagal ke Phi phi Island

Tidak selamanya trip berjalan lancar dan menyenangkan. Tidak selamanya pula kita mendapat pengalaman indah yang patut dikenang. Pada trip saya ke Phi phi Island salah satu contohnya, ketika keinginan dan rencana bertemu dengan kondisi alam yang tidak bersahabat mengakibatkan hampir seluruh rangkaian perjalanan tidak bisa dilaksanakan karena dipaksakan tetap jalan.

Susana di Kapal Saat Menuju Phi phi.
Saat jalan-jalan ke Thailand, Phi phi Island menjadi salah satu tujuan destinasi kami, apalagi kalau bukan film yang diaktori Leonardo de Caprio, the Beach. Membaca dari berbagai sumber dan rekomendasi teman baik, kami memutuskan untuk menyebrang dari Krabi. Kalau melihat di peta, Krabi memang berjarak tempuh lebih dekat dibanding dari Phuket, tentunya bertarif lebih murah pula, hehe..

Tiga Gunung Asyik dari Ujung Barat Jawa

Pulau Jawa memang kaya akan gunung-gunungnya yang indah. Sebut saja Gede-Pangrango yang menawan, Argopuro dengan jalur terpanjangnya, Raung dengan jalurnya yang menantang, dan tentu saja Semeru puncak tertinggi di Jawadipa. Jika diamati, gunung-gunung tinggi tersebut kebanyakan tersebar di pulau bagian timur. Namun, siapa sangka di ujung barat juga terdapat rangkaian tiga gunung yang asyik untuk didaki.

Gunung Pulosari.
Walau puncaknya tidak sampai 2000 mdpl, ketiga gunung ini cukup menantang untuk didaki pada akhir pekan. Terletak di Kabupaten Pandeglang, ketiga gunung ini membentuk gugusan segitiga terbalik. Adalah Gunung Pulosari 1,346 mdpl, Gunung Karang 1.778 mdpl, dan Gunung Aseupan 1,174 mdpl yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Ketiga gunung ini menawarkan keindahannya sendiri-sendiri.

Menembus Rapatnya Gunung Aseupan

Satu lagi gunung di Banten yang asyik untuk didaki, Aseupan namanya. Gunung setinggi 1,174 mdpl ini terletak di Kabupaten Pandeglang. Gunung ini menjadi satu rangkaian dengan Gunung Karang dan Gunung Pulosari, membentuk semacam segitiga terbalik. Memang tidak tinggi, hanya seribuan meter saja, namun jangan tanya tentang kondisi jalur pendakiannya, beuh, garang!

Menuju Puncak Aseupan.
Selain faktor topografi yang memang membuat susah untuk didaki, hampir tidak ada jalur yang landai, jarangnya pendaki yang mencoba gunung satu ini tak ayal menjadikan vegetasinya rapat seperti hutan perawan. Jalur memang sudah ada, kita tidak perlu membuat jalur baru untuk menuju puncak, namun tetap saja: alang-alang, tanaman berduri, bahkan pohon yang tumbang harus kita lewati.

Ikut-ikutan ke Gunung Lembu

Tingginya cuma 792 mdpl, mungkin lebih cocok jika disebut bukit kali ya. Bersama Gunung Bonggok dan Parang, gunung ini terletak di sekitaran Waduk Jatiluhur. Lokasi persisnya berada di di Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat. Akses ke sini cukup mudah, tinggal keluar tol Purwakarta dan ambil arah kanan. Set GPS atau tanya warga lokal, pasti banyak yang tahu.

Gunung Lembu. :D
Saya sendiri waktu itu hanya ngikut teman yang juga ngikut temannya (entah temannya juga ngikut temannya lagi atau tidak, hehe..). Kami janji bertemu sepulang kerja di Kampung Rambutan pukul sepuluh malam untuk dilanjut bus arah Purwakarta yang lama sekali baru nongol, perasaan biasanya ada banyak sekali, entah kenapa pas dicari kok malah tidak ada sama sekali. Sekitar pukul sebelas lebih, akhirnya bus yang dinanti datang juga dan dimulailah jalan-jalan santai kami.


Foto Perjalanan Jalan-jalan di Phuket

Siapa seh yang tidak kenal Phuket? Salah satu provinsi di Negara Thailand yang terletak di satu pulau ini memang menjadi magnet bagi wisatawan dunia. Phuket memiliki banyak pantai-pantai yang indah, walau bagi saya pribadi masih kalah jauh daripada pantai-pantai di Bali, Phuket layak untuk dikunjungi. Selain pantai, banyak tempat menarik yang dapat kita kunjungi. Masakan dan budaya yang khas menjadi salah satu faktor yang membuat saya ke sini.


Pada tulisan kali ini, saya tidak ingin mengupas Phulet lewat kata-kata, tetapi lebih ke berbagi foto perjalanan yang saya lakukan tempo hari bersama istri ke sini. Bagaimana menuju Phuket, lokasi wisata yang dapat dikunjungi, di mana harus menginap, dan sarana transportasi sudah berjibun jika kita mengetik kata kunci “Phuket” di mesin pencari Google.

Jalan-jalan Gratis ke Pasar Apung Lok Baintan

Teringat tayangan jeda salah satu stasiun swasta yang ikonik sekali saat saya masih kecil, di mana terlihat ibu-ibu yang berjualan di atas sampan di sungai. Gambaran yang apik dari pasar apung tradisional masyarakat Banjarmasin yang masih melestarikan budaya leluhurnya. Sekarang, saya merasa sangat beruntung dapat menyaksikan itu semua, secara gratis pula.

Pasar Apung Lok Baintan.
Ibu-ibu tersebut atau dalam bahasa Banjar dipanggil acil mendayung sampan dengan santai saling menjajakan barang dagangan yang berwarna-warni. Meriah. Itulah yang gambaran yang saya rasakan, selidik punya selidik, ternyata kebanyakan yang dijual berupa aneka buah-buahan yang hampir sebagian besar belum saya ketahui. Lebih karena penasaran, saya membeli sedikit-sedikit dari buah-buahan tersebut hanya sekadar untuk mencicipi bagaimana rasanya.

Wisata Murah [Sekali] dengan Kereta Api

Minggu Senin kemarin, pertama kalinya saya mencoba berwisata murah dengan kereta api. Berada di Kota Cilegon yang lumayan jauh dari Ibukota membuat sarana transportasi menjadi bukan barang yang murah. Dari membuka beberapa laman internet, baru saya ketahui ternyata ada kereta api yang rutin beroperasi dari Merak ke Jakarta, malahan ada empat kali perjalanan setiap harinya. Dari situlah terbesit ide untuk jalan-jalan dengan kereta api.

Suasana di Dalam Commuter Line.
Tujuan jalan-jalan kali ini memang tempat wisata yang sudah terkenal umum dan berlokasi dekat dengan stasiun kereta. Iyalah, karena saya hendak menggunakan moda kereta api, tentunya lokasi tujuan pun harus disesuaikan, malas juga kalau harus berganti moda aspal selama berjam-jam. Terdapat dua lokasi yang menjadi tujuan saya: Kota Tua dan Kebun Raya Bogor kemudian sambil menikmati Kota Bogor di malam hari.

Terlena di Togean (Bagian 2)

Untuk membaca Bagian 1 silahkan buka link berikut.

Sengaja saya bangun pagi-pagi sebelum matahari terbit, bergegas menyambut keluarnya sang surya dari peraduan di dermaga depan resort. Tampaknya hanya saya sendiri yang bangun sepagi itu. Hanya duduk saja menikmati suasana pagi. Sayang saya berada pada sisi pulau “bagian senja”, sisi pulau yang tidak bisa melihat matahari terbit, hanya bisa melihat matahari tenggelam. Tetapi tidak menjadi soal, pagi itu tetap terasa nikmatnya.

Berfoto dengan Anak-anak Bajo.
Snorkeling Sepuasnya
Hari kedua di Togean saya niatkan dalam hati untuk snorkeling sepuasnya di sini. Sengaja saya ajak pasangan dari Luwuk tersebut untuk patungan, bayar setengah pun tidak mengapa, ajak saya. Kami menyewa perahu untuk setengah hari, karena siangnya sudah harus mengejar perahu Pelni yang berangkat jam dua siang dari Wakai menuju Ampana.

Terlena di Togean (Bagian 1)

Akhirnya ke Togean
Ya, akhirnya saya bisa ke Togean. Semenjak menginjakan kaki pertama kali di Luwuk, Banggai pada Juni 2013 baru Maret 2015 akhirnya impian ke sini tercapai juga. Hampir dua tahun lamanya. Bagi saya, Togean memang seindah yang diceritakan, bahkan lebih indah lagi. Dan selama ini, Togean cuma mengendap di dalam ingatan yang akhirnya hampir setahun berlalu, baru saya menuangkan dalam bentuk tulisan.

Perkampungan Suku Bajo.
Bagi saya, Togean adalah destinasi paling indah di semenanjung Sulawesi Tengah. Taman Nasional Togean ini masuk ke dalam Kabupaten Tojo Una-una. Untuk menuju ke sini kita dapat berlayar dari Ampana atau Gorontalo. Untuk menuju Ampana sendiri dapat melalui Luwuk, Banggai atau dari Palu. Sempatkan waktu yang cukup karena walau akses sudah lumayan gampang, jarak Ampana masih delapan jam dari Palu atau enam jam dari Luwuk. Belum lagi penyebrangan tiga jam menuju Wakai, pelabuhan terdekat untuk disambung speed boat atau perahu kecil menuju resort di Togean.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...